Akomodasi

Bungurasih :
Bis kota – Bratang – Lyn S (Jurusan Kenjeran) – Keputih (ITS)

Osowilangun :
Bis kota – Jembatan Merah – Lyn O (Jurusan Keputih) – Keputih (ITS)

Stasiun Gubeng :
Lyn O (Jurusan Keputih) – ITS

Stasiun Wonokromo :
Lyn P (Jurusan Kenjeran) – Gebang (ITS)

Stasiun Pasar Turi :
Lyn C (Jurusan Blauran) – Karang Menjangan – Lyn O (Jurusan Keputih) – Keputih (ITS)

Bandara :
Taxi – ITS

Tanjung Perak :
Bis kota – Jembatan Merah – Lyn O (Jurusan Keputih) – Keputih (ITS)

 

PARIWISATA JAWA TIMUR

PULAU SEMPU

Pulau Sempu merupakan cagar alam yang dilindungi oleh Pemerintah, Pulau ini terletak di wilayah Kabupaten Malang, pesona pulau ini sangat indah, dengan panorama laut yang memesona dan berpasir putih, airnya berwarna biru bening sehingga pemandangan bawah laut bisa dilihat dengan mata telanjang, ditambah lagi dengan pemadangan alam yang masih asri dan berbukit – bukit.

Untuk mencapai lokasi pulau ini, dari Kota Malang menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang tepatnya di Wana Wisata Pantai Sendang Biru, sekitar 70 km, dan harus menyeberang menggunakan perahu motor sewa dengan tarif Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) PP rombongan maksimal 10 orang. Pulau yang tak berpenduduk ini dihuni oleh satwa antara lain, burung elang, burung rangkok badak, elang laut dan berbagai jenis burung lainnya. Terdapat pula binatang kijang, babi hutan, ular dll.

Sebelum menuju Pulau ini, pengunjung diwajibkan lapor di pos penjaga dan menaati peraturan yang melarang pengunjung merusak cagar alam, membuang sampah sembarangan juga disarankan untuk berhati – hati dijalan dikhawatirkan bisa tersesat  karena jalan yang berkelok – kelok dan bercabang – cabang.

Sumber : http://disbudpar.jatimprov.go.id/wisata/wisata-bahari/295-pesona-pulau-sempu-kabupaten-malang.html

PANTAI LOMBANG

Pantai Lombang hampir mirip kebanyakan pantai di Jawa Timur airnya yang biru dan pantainya yang berpasir dan berwarna agak kekuningan, panaroma  pantai ini sangat indah, apalagi pantainya ditumbuhi pohon cemara udang yang tumbuh di bibir pantai, sehingga menambah elok pantai ini.

Bagi pengunjung yang bepergian  ke Pulau Madura, silahkan datang ke tempat ini berada di Kabupaten Sumenep, yang terletak di ujung timur Madura. Yakni Pantai Lombang kenapa disebut Pantai Lombang, karena Pantai ini terletak didesa Lombang, Pantai ini banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari Surabaya, juga daerah lain di  Jawa Timur.

Yang membedakan pantai ini dengan pantai lain di Jawa Timur adalah pantainya ditumbuhi oleh cemara udang yang menghiasi  hampir seluruh bibir pantai, Untuk menuju ke pantai ini pengunjung dapat menggunakan  kendaraan roda dua, maupun kendaraan roda empat, yang jalannya cukup bagus, berjarak sekitar 30 km dari kota Sumenep.

Pantai yang berpasir dan cukup luas ini, sangat cocok untuk berolah raga lari dan sepak bola pantai. Sedangkan fasilitas yang tersedia seperti, tempat untuk bersantai, tempat bermain anak-anak, panggung hiburan dan warung makanan.

Sumber : http://disbudpar.jatimprov.go.id/wisata/wisata-bahari/232-cemara-udang-di-pantai-lombang.html

PANTAI SLOPENG SUMENEP

Pantai Slopeng adalah kawasan pantai yang indah penuh pesona alamnya  yang asri dan pohon nyiur dan siwalan tinggi melambai, serta pantai pasirnya yang bersih,  membuat kawasan pantai ini banyak disinggahi oleh wisatawan domestic  maupun dari  mancanegara.

Kawasan pantai ini terletak di jalan raya Ambunten km 17 Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep, yang berjarak 197 km dari kota Surabaya.

Sedangkan fasilitas yang terdapat di pantai slopeng seperti, olah raga air, perahu layar tempat beistirahat atau bersantai, panggung gembira, pesanggerahan, tempat bermain anak, kamar mandi dan toilet.

Pantai ini juga bisa digunakan untuk kegiatan seperti, seni tradisional, lomba memasak dan dihari-hari besar ada ketupatan.

Sumber :http://disbudpar.jatimprov.go.id/wisata/wisata-bahari/211-pantai-slopeng-sumenep.html

 

MONJAYA DAN KYAI TENTREM

Patung Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) adalah , menggambarkan seorang Perwira menengah TNI Angkatan Laut,  lengkap dengan pakaian militer dan atribut kebesaran ,  nampak gagah berani menatap dengan mata tajam ke arah laut luas,  penuh tanggung jawab , dan siap menjaga kedaulatan laut di wilayah NKRI.

Patung ini juga dapat digunakan sebagai  Mercusuar bagi kapal – kapal dagang, kapal penumpang yang lalu lalang melintas disekitarnya , dan menggambarkan Tetenger yaitu tongkat estafet dari generasi baru ke generasi berikutnya.

Monumen ini tingginya 60 meter, terdiri dari gedung beton bundar empat lantai 31 meter,  dan tinggi patung dari penyangga gedung setinggi 29 meter, sedangkan semboyan TNI AL yang terkenal disebut  Jaleveva Jayamahe artinya “ di laut kita jaya”.

Kadispen Mayor Laut Drs.Karyono,  mengatakan pada dasarnya pengunjung Monjaya selalu diberikan kemudahan, jadi tidak benar kalau pengunjung  ada yang merasa dipersulit, kita semua disini saling menjaga keamanan, ketentraman karna Monjaya terletak di basis TNI AL jadi jangan beranggapan seakan-akan tempat  ini dianggab angker, padahal tidak seperti itu, mari berkunjung ke monjaya kami selalu terbuka welcome kepada siapa saja dan gratis tidak dibungut  biaya masuk.

Di halaman samping Monjaya terpampang  sebuah gong disebut Kyai Tentrem mempunyai berat 2,2 ton, berdimeter 5 meter, kemudian mempunyai ketebalan 6  mm, dan bahannya dari kuningan dilapis anti karat “Cotting” , selain itu juga terdapat beberapa ruang seperti, ruang miniature atau repelika kapal perang tempo dulu, foto sejarah Revolusi pembebasan laut aru, foto  kapal perang modern diantaranya KRI Kakap 811, KRI Katon 810, KRI Alkara  830, KRI Warakas 816 dll,  juga terdapat repelika helicopter perang dan ruang Fleet Command Patrolling Force.

Pada zaman orde baru gong Kyai Tentrem digunakan untuk peresmian “ Patung Monjaya”, konon patung ini tertinggi kedua didunia setelah Patung Liberty.

Lokasi Monjaya terletak di Maskar Besar ARMATIM,  Jam berkunjung tempat ini dibuka mulai pukul 08.00 wib sampai  03.30 wib  sore, untuk memasuko area ini pengunjung Bebas tidak dipungut biaya.

Setiap Triwulannya pengunjung pada tahun 2008 mencapai 31.473 orang, pada tahun 2009 jumlah pengunjung  sedikit berkurang yakni 30.801 orang, namun di bulan Juni tahun 2010 sudah mencapai 20.607 orang.

Sumber : http://disbudpar.jatimprov.go.id/wisata/wisata-bahari/137-monjaya-dan-kyai-tentrem.html

 

PANTAI TRIANGGULASI

Menyusuri Alas Purwo sebelah timur, maka wisatawan menemukan sebuah pantai yang bersih dengan hamparan pasir yang membentang dari timur laut ke barat daya. Di sebelah barat, hamparan pepohonan hutan dengan tajuk sedang, terlihat tertata rapi. Hamparan formasi hutan pantai, dan dataran rendah tepat digunakan untuk kegiatan wisata bahari, berkemah atau sekedar mengajak keluarga untuk menginap.

Lokasi pantai bernama Trianggulasi ini tidak jauh dari pos Rowo Bendo, jaraknya sekitar 3 Km ke arah tenggara. Jika perjalanan ditempuh dari Banyuwangi, maka rutenya adalah Banyuwangi – Pasaranyar 65 km, dan Pasaranyar-Rowo Bendo 10 Km – Rowo Bendo – Trianggulasi 3 km.

Deburan ombak di pantai Trianggulasi terlihat cukup tinggi, dengan topografi pantai yang memanjang, ombak ini terlihat mempesona, dan bisa dimanfaatkan untuk surfing. Namun, pihak pengelola Taman Nasional Alas Purwo sengaja tidak mengijinkan peselancar, karena ombaknya masih dianggap berbahaya. Hal ini ditandai dengan larangan melakukan aktivitas apapun di laut termasuk berselancar ataupun berenang.

Jika kebetulan singgah di pantai ini, usahakan untuk menginap, sebab pemandangan Sunset (Matahari tenggelam) cukup memukau. Di sekitar pantai, disediakan penginapan (Guest House). Tarifnya semalam hanya Rp 75.000,-/Kamar dan untuk keluarga juga disediakan satu rumah Rp 150.000,- / malam (berisi 4 kamar).

Jangan lupa, biaya ini hanya untuk menginap, sedangkan jika pelancong berminat menikmati makanan tradisional berupa kudapan ala alas purwo bisa memesan di pengelola guest house

Sumber : http://disbudpar.jatimprov.go.id/wisata/wisata-bahari/79-menyusuri-pesona-pantai-trianggulasi-.html